Mahasiswa Arsitektur UNDIP Rancang Desain Glamping di Area Wisata Kalikesek sebagai Infrastruktur Prioritas Peningkatan Pariwisata Lokal

ReportaseOleh: Admin Arenan Kalikesek
Desain glamping di Area Wisata Kalikesek

Mahasiswa Arsitektur UNDIP Rancang Desain Glamping di Area Wisata Kalikesek sebagai Infrastruktur Prioritas Peningkatan Pariwisata Lokal

Author - Kelompok 1 KKNT IBDU-10

Sriwulan, 8 Agustus 2026 – Mochamad Rizqul Akbar, mahasiswa Program Studi S1 Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro yang tergabung dalam Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IPTEK bagi Desa Binaan (IDBU) 10 Universitas Diponegoro Kelompok 1, merancang desain fasilitas glamping di kawasan wisata Desa Kalikesek, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal.

Perancangan ini menjadi salah satu upaya untuk mendukung pengembangan potensi pariwisata lokal melalui penyediaan alternatif fasilitas akomodasi yang dapat meningkatkan daya tarik dan pengalaman wisatawan. Program ini merupakan bagian dari program kerja sosial kemasyarakatan yang dilaksanakan pada 13 Juli 2026.

Kebutuhan infrastruktur pendukung pariwisata di kawasan Wisata Kalikesek tersebut muncul karena kawasan wisata memerlukan fasilitas akomodasi yang dapat mendukung wisatawan untuk menikmati lingkungan alam lebih nyaman dan menarik. Program ini selaras dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya Tujuan 8 (Decent Work and Economic Growth) karena pengembangan fasilitas wisata mendorong aktivitas ekonomi dan peluang usaha masyarakat setempat, Tujuan 11 (Sustainable Cities and Communities) karena berkaitan dengan pengembangan kawasan wisata yang aman dan berkelanjutan, serta Tujuan 12 (Responsible Consumption and Production) yang diterapkan melalui pendekatan desain dengan mempertimbangkan efisiensi penggunaan sumber daya lokal.

Sumber : Dokumentasi Kelompok 1 KKN-T IDBU 10 UNDIP 2026

Gagasan perancangan fasilitas ini berawal dari hasil silaturahmi dan koordinasi langsung bersama Arik, selaku pengelola Wisata Kalikesek. Dalam pertemuan tersebut, Arik menyampaikan bahwa fasilitas glamping menjadi salah satu kebutuhan infrastruktur yang perlu dikembangkan untuk menunjang potensi kawasan wisata.“Keberadaan glamping merupakan infrastruktur yang mendesak untuk meningkatkan daya tarik wisata di Kalikesek" ujarnya.

Program ini dilaksanakan di bawah bimbingan Reny Wiyatasari, S.S., M.Hum., Dr. Ir. Baginda Iskandar, M.T., M.Si., dan Irfan Murthado Yusuf, S.A.P., MPM., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-T IDBU 10 Universitas Diponegoro.

Merespons kebutuhan tersebut, Mochamad Rizqul Akbar melakukan observasi lapangan, analisis tapak, serta studi arsitektur sebagai dasar dalam menyusun konsep glamping yang adaptif terhadap karakteristik geografis dan kondisi alam Kalikesek. Tahapan tersebut dilakukan untuk memahami kondisi tapak, potensi lingkungan, kebutuhan pengguna, serta karakter kawasan sebelum menentukan konsep dan bentuk bangunan.

Menurut Rizqul, pendekatan desain perlu memperhatikan hubungan antara bangunan dan lingkungan agar fasilitas yang dirancang tidak mengabaikan karakter alam kawasan wisata. "Melihat karakteristik geografis Desa Wisata Kalikesek, perancangannya perlu berfokus pada keharmonisan antara bangunan dan lingkungan sekitar," jelas Mochamad Rizqul Akbar.

Pendekatan perancangan mengusung konsep eco-architecture, agar fasilitas glamping tidak hanya memiliki nilai estetika dan kenyamanan, tetapi juga mampu beradaptasi dengan kondisi alam serta meminimalkan dampak terhadap lingkungan dengan memperkuat kontribusi terhadap SDGs Tujuan 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pemanfaatan material lokal kayu pinus.

Proses perancangan mencakup penyusunan tata letak (site plan), perencanaan bentuk massa bangunan, pemilihan material lokal yang tahan terhadap kondisi iklim, hingga penataan sirkulasi udara dan pencahayaan alami. Selain itu, aspek zonasi area privat wisatawan serta fasilitas pendukung lainnya turut diperhitungkan agar mampu menciptakan pengalaman menginap yang nyaman di tengah lanskap alami Kalikesek.

Dalam jangka panjang, pengembangan fasilitas wisata yang sesuai dengan karakter lingkungan diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat melalui peningkatan kunjungan wisatawan dan peluang usaha lokal, sejalan dengan SDGs Tujuan 8 (Decent Work and Economic Growth) dan Tujuan 11 (Sustainable Cities and Communities)

Melalui perancangan ini, diharapkan dapat menjadi salah satu acuan pengembangan fasilitas akomodasi di kawasan Wisata Kalikesek yang selaras dengan karakter lingkungan setempat. Kehadiran fasilitas tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan dan daya tarik wisatawan.

Dapat juga membuka peluang pengembangan aktivitas ekonomi masyarakat melalui peningkatan kunjungan wisata. Dengan mengedepankan prinsip eco-architecture, hasil perancangan diharapkan dapat mendukung pengembangan Wisata Kalikesek secara bertahap tanpa mengesampingkan kelestarian lingkungan dan potensi lokal yang dimiliki Desa Kalikesek.

Editor : Irfan Murthado Yusuf, S.A.P., MPM.