Mahasiswa KKN-T IDBU 10 UNDIP Optimalkan Fasilitas Pengelolaan Sampah di Desa Wisata Kalikesek untuk Mendukung Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Mahasiswa KKN-T IDBU 10 UNDIP Optimalkan Fasilitas Pengelolaan Sampah di Desa Wisata Kalikesek untuk Mendukung Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Author : Kelompok 1 KKN-T IDBU 10 Universitas Diponegoro
Sriwulan, 8 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IPTEK bagi Desa Binaan Undip (IDBU) 10 Universitas Diponegoro Kelompok 1 melaksanakan program multidisiplin dengan tema "Optimalisasi Alat Pengurang Volume Sampah di Desa Wisata Kalikesek untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan."
Program ini dilaksanakan di Tempat Pembuangan Sampah (TPS)-3R Desa Sriwulan, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, melalui optimalisasi alat pengurang volume sampah serta mesin pencacah sampah organik sebagai upaya meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah di tingkat desa.

Program ini bertujuan meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah melalui penyempurnaan desain, mekanisme kerja, tata letak fasilitas, serta sistem operasional kedua alat agar lebih aman, efisien, dan mudah digunakan oleh pengelola TPS. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
SDGs poin 11 (Sustainable Cities and Communities) berkontribusi pada peningkatan kualitas lingkungan melalui sistem pengelolaan sampah yang lebih baik sehingga menciptakan kawasan permukiman yang bersih dan berkelanjutan, dan poin ke-12 (Responsible Consumption and Production) dengan mendorong pengelolaan limbah secara bertanggung jawab melalui pengurangan volume sampah dan pengolahan sampah organik menggunakan mesin pencacah.
Program ini dilaksanakan di bawah bimbingan Reny Wiyatasari, S.S., M.Hum., Dr. Ir. Baginda Iskandar, M.T., M.Si., dan Irfan Murthado Yusuf, S.A.P., MPM., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-T IDBU 10 Universitas Diponegoro. Program ini juga melibatkan sepuluh mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu agar optimalisasi fasilitas pengelolaan sampah dapat dilakukan secara menyeluruh.
Mahasiswa bidang teknik berperan dalam penyempurnaan desain, mekanisme, dan kinerja alat, mahasiswa Arsitektur merancang tata letak area kerja yang ergonomis dan aman, sedangkan mahasiswa Administrasi Publik dan Administrasi Bisnis menyusun sistem tata kelola, pembagian tugas, Rancangan Anggaran Biaya (RAB), serta Standar Operasional Prosedur (SOP) agar pengelolaan fasilitas dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.
Kegiatan diawali dengan tahap perancangan dengan menyusun desain ergonomis mesin meliputi bentuk luar, posisi pintu pemasukan sampah, ketinggian mesin, hingga area kerja operator agar nyaman digunakan. Selain itu, disusun pula mekanisme manual untuk membuka dan menutup pintu pembakaran serta mengatur aliran udara agar proses pengoperasian lebih mudah dan aman.
Ketua Kelompok 1, Jonathan Tionardi, mahasiswa Program Studi Teknik Mesin angkatan 2023, menyampaikan bahwa optimalisasi alat ini diharapkan dapat membantu meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah di Desa Sriwulan.
Kami berharap alat pengurang volume sampah dan mesin pencacah sampah organik yang telah kami optimalisasi dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pengelola TPS sehingga mampu mengurangi volume sampah, mempercepat proses pengolahan sampah organik, serta menjadi solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Sriwulan," tuturnya.
Selain melakukan optimalisasi alat, tim juga merancang tata letak fasilitas dengan mempertimbangkan sirkulasi pengguna, arah penyebaran asap, dan zona aman agar operasional alat sesuai dengan kondisi lingkungan TPS dan memberikan keamanan bagi pengelola.
Untuk mendukung aspek keselamatan dan tata kelola, tim juga menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) pengoperasian alat, prosedur keselamatan kerja, serta pembagian tanggung jawab pengelola melalui observasi, wawancara, dan Focus Group Discussion (FGD). Penyusunan SOP tersebut bertujuan agar fasilitas yang telah dioptimalkan dapat dioperasikan secara konsisten, aman, dan berkelanjutan oleh masyarakat.
Ketua Unit Sampah Desa Sriwulan, Salafudin mengapresiasi program yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN-T IDBU 10 Universitas Diponegoro. Menurutnya, program tersebut memberikan manfaat nyata bagi desa karena tidak hanya meningkatkan kualitas fasilitas pengelolaan sampah, tetapi juga membekali pengelola dengan sistem operasional yang jelas.
Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN-T IBDU 10 Universitas Diponegoro atas kontribusi yang diberikan. Optimalisasi alat pengurang volume sampah, mesin pencacah sampah organik, serta penyusunan Modul SOP ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh pengelola TPS," ujar Salafudin.
Melalui program ini, menunjukkan bahwa kolaborasi multidisiplin dapat menghasilkan inovasi dalam meningkatkan kualitas fasilitas pengelolaan sampah, tetapi juga memperkuat tata kelola operasional di tingkat desa. Program ini diharapkan mampu mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, aman, dan berkelanjutan serta berkontribusi pada pencapaian SDGs Tujuan 11 dan 12 di Desa Wisata Kalikesek, Sriwulan.
Editor : Irfan Murthado Yusuf, S.A.P., MPM.

