KKNT IDBU 10 UNDIP Dampingi Peternak Domba melalui Focus Group Discussion untuk Meningkatkan Produktivitas Ternak di Desa Sriwulan sebagai Bentuk Dukungan terhadap SDGs

ReportaseOleh: Admin Arenan Kalikesek
Focus Group Discussion peternak domba di Desa Sriwulan

KKNT IDBU 10 UNDIP Dampingi Peternak Domba melalui Focus Group Discussion untuk Meningkatkan Produktivitas Ternak di Desa Sriwulan sebagai Bentuk Dukungan terhadap SDGs

Author : Kelompok 1 Tim KKN-T IDBU 10 Universitas Diponegoro

Sriwulan, 31 Juli 2026 – Mahasiswa Kelompok 2 Kuliah Kerja Nyata Tematik IPTEK Bagi Desa Binaan Universitas (KKNT IDBU 10) Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama peternak domba di Balai Desa Sriwulan, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, pada Jumat (31/07/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan produktivitas peternakan melalui penguatan kapasitas peternak sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 15 (Menjaga Ekosistem Daratan). Program ini memperoleh sambutan positif dari masyarakat, terutama para peternak domba yang aktif mengikuti diskusi dan berbagi pengalaman mengenai berbagai tantangan dalam usaha peternakan.

Focus Group Discussion peternak domba

Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai aspek penting dalam manajemen pemeliharaan domba, meliputi biosecurity, manajemen pakan, Body Condition Score (BCS), pengendalian penyakit ternak, serta pengelolaan limbah peternakan. Mahasiswa menjelaskan bahwa penerapan biosecurity menjadi langkah utama dalam mencegah penyebaran penyakit sehingga mampu meningkatkan kesehatan dan produktivitas ternak.

Pada sesi manajemen pakan, peserta diberikan pemahaman mengenai pemanfaatan bahan pakan lokal yang mudah diperoleh serta penyusunan ransum sesuai kebutuhan nutrisi ternak. Materi mengenai Body Condition Score (BCS) juga disampaikan sebagai indikator penting dalam mengevaluasi kondisi tubuh ternak sehingga peternak dapat menentukan strategi pemberian pakan secara lebih tepat.

FGD berlangsung secara interaktif dengan membahas berbagai permasalahan yang dihadapi peternak, seperti penyakit yang sering menyerang ternak, upaya pencegahan, hingga penanganan yang tepat. Melalui diskusi ini, mahasiswa dan peternak bersama-sama mencari solusi sesuai kondisi lapangan sehingga ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan.

Diskusi peternak domba

Selain itu, pengelolaan limbah peternakan turut menjadi pembahasan utama. Limbah ternak yang sebelumnya berpotensi mencemari lingkungan diperkenalkan sebagai bahan baku pupuk organik yang bernilai ekonomi. Pemanfaatan limbah ini menjadi salah satu bentuk implementasi SDG 12, yaitu mendorong pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan, sekaligus mendukung SDG 15 melalui upaya menjaga kualitas lingkungan dan kesuburan tanah.

Salah satu mahasiswa KKN, Roy Natanael Purba (FPP), menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang agar peternak tidak hanya menerima materi, tetapi juga aktif menyampaikan pengalaman dan kebutuhan mereka. "Kami berharap diskusi ini dapat menghasilkan solusi yang aplikatif sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan peternak," ujarnya.

Melalui peningkatan pengetahuan mengenai manajemen pemeliharaan, kesehatan ternak, serta pemanfaatan limbah, program ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi usaha peternakan, mendukung ketahanan pangan melalui peningkatan produktivitas ternak (SDG 2), serta memperkuat perekonomian masyarakat desa (SDG 8).

Kolaborasi antara mahasiswa, peternak, dan pemerintah desa dalam kegiatan ini juga mencerminkan semangat SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Dengan sinergi tersebut, diharapkan inovasi dan pengetahuan yang diberikan dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat jangka panjang bagi pengembangan peternakan domba serta kesejahteraan masyarakat Desa Sriwulan.